Kamis, 05 Agustus 2010

Hari Keramat

Hari keramat? Apakah ada? Jawabannya yuk kita simak tausiyah oleh habib lutfi pekalongan_ ''apakah semua yang hadir disini stuju kalo tgl 17 agustus kita sebut hari kramat?''

Rabu, 09 Juni 2010

curhat air

banjir dimana-mana, banyak manusia resah, banjir bukanlah salah kami, kami cumau mau mengalir kedalam bumi, tetapi.. Mengapa kau halangi hak kami, rumah aspal dan beton terus menghalangi, mengapa kau terus menebangi tempat berkumpul kami didalam bumi, kami hanya mematuhi perintah Illahi, untuk terus berputar dari laut, awan, bumi dan ke laut lagi, supaya kehidupan terus berjalan sampai suatu saatnya nanti, jangan kau benci kami, instrospeksilah pada diri, karena kami adalah berkah dari illahi robbi.

Jumat, 04 Juni 2010

Nasehat Taqwa

Nasihat Taqwa

Saat khutbah jumat saya mendengar dan selalu mendengar wasiat taqwa” ittaqullah haqqotuqottih wala tamutunna ila wangtum muslimun”. Yang jadi permasalahan setiap jumat kita di nasehati supaya meningkatkan ketaqwaan dengan sebenar-benar taqwa yaitu menjauhi segala laranganNya dan menjalankan segala perintah Allah Ta’ala. Dalam hatiku bertanya mengapa terasa enteng saja nasehat ini tidak menembus kedalam dada? Apakah hatiku terlalu kotor sehingga sukar menerima nasihat? Hatiku bertanya-tanya dalam hati. Kita disuruh menjalankan segala perintahnya tetapi rasanya ndak mungkin bisa, lha wong peraturan Allah banyak sekali ya. Kita ndak punya semangat yang kuat sekali, dorongan dari hati yang tulus, kita tidak punya himmah, kita sering mengerjakan perintah karena terpaksa atau setengan terpaksa atau karena ada iming-iming. Lalu bagaimana? Kemudian dengan petunjuk Allah aku teringat, sebenarnya kita selalu punya dorongan kebaikan dan sifat malaikat yang selalu ingin beribadah pada Allah, tapi bisiskan hati ini selalu terkalahkan oleh bisikan nafsu atau sifat hewaniyah yaitu malas dan hanya mencari kesenangan saja. Oh... berati aku harus membersihkan hatiku dengan mengurangi dan memenjarakan sifat kehewananku dan memperbesar sifat kemalaikatan. Lalu aku teringat bahwa Hadist Nabi SAW bahwa segala sesuatu ada pembersihnya, dan pembersih hati adalah dzikrullah. Oh... berati aku harus memperbanyak dzikir ( Dlm Alqur’an :mengigat Allah baik dalam keadaan berdiri atau duduk). Lalu masalah tentang banyaknya perintah Allah SWT?, kemudian aku teringat hadist nabi SAW bahwa sahabat Ali bin Abi Tholib bertanya pada Rasulullah SAW. ”Ya Rasul tunjukkanlah padaku jalan yang singkat dan cepat menuju Allah? Kemudian Rasulullah bersabda ” Tutuplah kedua matamu dan ikuti yang aku ucapkan, kemudian Rasulullah mengucapkan ”Laa Ilaa Ha Illallah ”3x dan menyuruh Ali menirukannya. Oh... berati aku harus banyak mengucapkan kalimat ikhlas atau kalimat taqwa. Lalu bagaimana dengan keharusan menjauhi larangannya?? Alhamdulillah Allah memberi petunjuk, aku teringan hadist Nabi SAW, bahwasannya dengan mengucap kalimat ”Laa Ilaa Ha Illallah” maka kita akan masuk benteng Allah Ta’ala. Oh.... berarti memang benar apa yang di ajarkan guru-guru untuk mengistiqomahlkan berdzikir kalimat Toyyibah setelah sholah lima waktu, bertujuan untuk menjadikan kita orang-orang yang muttaqin. Sevta Andy ( 21-02-2010. 13.00)
Nasihat Taqwa

Saat khutbah jumat saya mendengar dan selalu mendengar wasiat taqwa” ittaqullah haqqotuqottih wala tamutunna ila wangtum muslimun”. Yang jadi permasalahan setiap jumat kita di nasehati supaya meningkatkan ketaqwaan dengan sebenar-benar taqwa yaitu menjauhi segala laranganNya dan menjalankan seg
ala perintah Allah Ta’ala. Dalam hatiku bertanya mengapa terasa enteng saja nasehat ini tidak menembus kedalam dada? Apakah hatiku terlalu kotor sehingga sukar menerima nasihat? Hatiku bertanya-tanya dalam hati. Kita disuruh menjalankan segala perintahnya tetapi rasanya ndak mungkin bisa, lha wong peraturan Allah banyak sekali ya. Kita ndak punya semangat yang kuat sekali, dorongan dari hati yang tulus, kita tidak punya himmah, kita sering mengerjakan perintah karena terpaksa atau setengan terpaksa atau karena ada iming-iming. Lalu bagaimana? Kemudian dengan petunjuk Allah aku teringat, sebenarnya kita selalu punya dorongan kebaikan dan sifat malaikat yang selalu ingin beribadah pada Allah, tapi bisiskan hati ini selalu terkalahkan oleh bisikan nafsu atau sifat hewaniyah yaitu malas dan hanya mencari kesenangan saja. Oh... berati aku harus membersihkan hatiku dengan mengurangi dan memenjarakan sifat kehewananku dan memperbesar sifat kemalaikatan. Lalu aku teringat bahwa Hadist Nabi SAW bahwa segala sesuatu ada pembersihnya, dan pembersih hati adalah dzikrullah. Oh... berati aku harus memperbanyak dzikir ( Dlm Alqur’an :mengigat Allah baik dalam keadaan berdiri atau duduk). Lalu masalah tentang banyaknya perintah Allah SWT?, kemudian aku teringat hadist nabi SAW bahwa sahabat Ali bin Abi Tholib bertanya pada Rasulullah SAW. ”Ya Rasul tunjukkanlah padaku jalan yang singkat dan cepat menuju Allah? Kemudian Rasulullah bersabda ” Tutuplah kedua matamu dan ikuti yang aku ucapkan, kemudian Rasulullah mengucapkan ”Laa Ilaa Ha Illallah ”3x dan menyuruh Ali menirukannya. Oh... berati aku harus banyak mengucapkan kalimat ikhlas atau kalimat taqwa. Lalu bagaimana dengan keharusan menjauhi larangannya?? Alhamdulillah Allah memberi petunjuk, aku teringan hadist Nabi SAW, bahwasannya dengan mengucap kalimat ”Laa Ilaa Ha Illallah” maka kita akan masuk benteng Allah Ta’ala. Oh.... berarti memang benar apa yang di ajarkan guru-guru untuk mengistiqomahlkan berdzikir kalimat Toyyibah setelah sholah lima waktu, bertujuan untuk menjadikan kita orang-orang yang muttaqin. Sevta Andy ( 21-02-2010. 13.00)

Selasa, 18 Mei 2010

Berjalan dalam Kebaikan

Saat menunggu Aisyi TPQ aku diberi wejangan ust.Ridho, beliau menuturkan bahwa : Menjadi orang baik itu susah, seperti berjalan diatas batu yang licin, "mlosot" kudu nguku. Orang yang baik memandang anak kecil luweh mulyo dari pada dirinya, karena anak kecil jika meninggal pasti masuk surga sedangkan kita jika mati panjang urusannya. Kedua memandang orang tua itu lebih mulya daripada kita, karena usianya, mereka pasti lebih banyak sujudnya daripada kita, kita takkan sanggu menyusulnya. Jadi kita harus tawadu' bersikap rendah hati, tetapi banya yang bersikap rendah hati tetapi hatinya tidak mau tunduk/keras. ia berlaku tawadu hanya diluar dan mengharap pujian sebagai orang tawadu'.

Selasa, 13 April 2010

3 OBOR DALAM BEKERJA

Profesi kita dalam bekerja laksana membawa 3 obor, jika tidak berhati~hati maka akan terbakar.Yang 1 adalah obor ILMU dari Allah Swt. Yang ke 2 membawa OborLoyalitas dari pimpinan.Yang ke 3 membawa obor Melayani dari costumer

Minggu, 11 April 2010

MAKNA TELUR

Menjadi orang mukmin harus memiliki 4 ilmu, yaitu ilmu syariat, ilmu thariqat, ilmu hakikat dan ilmu makrifat. Tetapi ilmu tersebut haruslah " matang'. mengambil dari istilah Ustad Ridho ~Medono "Ibaratnya jika telur matang di gelindingkan, meskipun rusak kulitnya tetapi dalamnya utuh. Tetapi jika telur mentah di gelindingkan maka akan hancur kulit dan rusak isinya ", ini adalah perumpamaan bahwa ilmu agama itu ada 4 lapisan yaitu syariat sbg kulit luar, tharigot sbg kulit ari, hakikat sbg putih telur dan makrifat sbg kuning telur. walaupun semua ilmu sdh dikuasai tetapi haruslah matang. cara mematangkannya adalah dg berguru kepada Guru.Belajar ilmu syariat kepada guru ilmu syariat, belajar ilmu thariqot,hakikat dan makrifat kepada guru atau syech mursyid thariqot yang kamil mukamil.