Kamis, 12 Agustus 2010

Kehendak

segala yang terjadi adalah kehendak ILLahi, janganlah kau susah hati. Yang harus dilakukan adalah mensyukuri dan berfikir positif (khusnudhon)

Rabu, 11 Agustus 2010

Ilmu Lelakon

Setelah mujahadah di petilasan syech Maulana magribi desa tombo bandar batang dengan pak teguh, maka kami bersilaturahmi ke pengemban amanah syech dan pimpinan jama'ah dzikir al karomah di wonomerto Bpk. Kyai slamet syukur bin wastam. Dalam tausiyahnya 'syech maulana magribi dawuh ' belajaro jujur karo manungso sak durunge jujur ng ngersane gusti Allah'
manunggale roso diplayukke ng rel dzikir. (dzikir umum, khuzus/hajat, dzikir para auliya/wali) menuju Allah SWT.
jika kulino dzikir membaca dan mbatin/ingat dalam hati maka semua lillahi / karena Allah dan akan timbul rasa cinta kepada Allah dan Rasulullah sehingga akan selalu menjalankan perintah sak titahe. Karena dipenuhi rasa rindu maka meninggalnya pun akan senang. Mati untuk hidup. Ulama sekarang banyak yang hanya bicara ' wit gedang wohe pakel' ngomong gampang lelakone angel). Ilmune ora podo lelakone, kudune biso nglakoni, nembe ngomong. Sunan kudus dawuh ' mbesuk akeh wong bodhoh ngaku pinter, akeh wong pinter ngaku kyai, akeh kyai ngandelke silsilah'

Selasa, 10 Agustus 2010

Rambu-Rambu Puasa

KH.SU'UDI dalam pengajian akbar di masjid Babussalam perumahan Panjang Indah pekalongan mengatakan bahwa ada rambu-rambu dalam berpuasa jika dilanggar akan sah puasanya tetapi pahalanya bagaikan debu ditiup angin demikian dawuh Nabi saw, yaitu :
1. Berdusta kepada sesama manusia dan mahluk lain.
2. Bergunjing/ghibah
3. Adu domba
4. Memandang dengan nafsu
5. Sumpah palsu

jika ingin dirindukan surga :
1. Membaca Al Qu'ran dengan terus menerus.
2. Memberi makan orang yang lapar
3. Berpuasa pada bulan ramadhan
4. Orang yang menjaga lisannya.

Negara kita dapat menjadi negara yang makmur jika 4 hal dilakukan
1. Dg ilmunya para ulama
2. Dg keadilan para pemimpin
3. Dg lomannya para orang kaya.
4. Dg doanya fakir miskin

jika ingin hidupnya berkah maka harus bisa ' nyupang buto ijo' ( nyudo pangan, yen malebu ditoto, ileng karo bojo )
suami ( selalu usaha untuk menyenangkan istri )
Istri ( ingin selalu tampil rapi dan indah )

Kamis, 05 Agustus 2010

Hari Keramat

Hari keramat? Apakah ada? Jawabannya yuk kita simak tausiyah oleh habib lutfi pekalongan_ ''apakah semua yang hadir disini stuju kalo tgl 17 agustus kita sebut hari kramat?''

Rabu, 09 Juni 2010

curhat air

banjir dimana-mana, banyak manusia resah, banjir bukanlah salah kami, kami cumau mau mengalir kedalam bumi, tetapi.. Mengapa kau halangi hak kami, rumah aspal dan beton terus menghalangi, mengapa kau terus menebangi tempat berkumpul kami didalam bumi, kami hanya mematuhi perintah Illahi, untuk terus berputar dari laut, awan, bumi dan ke laut lagi, supaya kehidupan terus berjalan sampai suatu saatnya nanti, jangan kau benci kami, instrospeksilah pada diri, karena kami adalah berkah dari illahi robbi.

Jumat, 04 Juni 2010

Nasehat Taqwa

Nasihat Taqwa

Saat khutbah jumat saya mendengar dan selalu mendengar wasiat taqwa” ittaqullah haqqotuqottih wala tamutunna ila wangtum muslimun”. Yang jadi permasalahan setiap jumat kita di nasehati supaya meningkatkan ketaqwaan dengan sebenar-benar taqwa yaitu menjauhi segala laranganNya dan menjalankan segala perintah Allah Ta’ala. Dalam hatiku bertanya mengapa terasa enteng saja nasehat ini tidak menembus kedalam dada? Apakah hatiku terlalu kotor sehingga sukar menerima nasihat? Hatiku bertanya-tanya dalam hati. Kita disuruh menjalankan segala perintahnya tetapi rasanya ndak mungkin bisa, lha wong peraturan Allah banyak sekali ya. Kita ndak punya semangat yang kuat sekali, dorongan dari hati yang tulus, kita tidak punya himmah, kita sering mengerjakan perintah karena terpaksa atau setengan terpaksa atau karena ada iming-iming. Lalu bagaimana? Kemudian dengan petunjuk Allah aku teringat, sebenarnya kita selalu punya dorongan kebaikan dan sifat malaikat yang selalu ingin beribadah pada Allah, tapi bisiskan hati ini selalu terkalahkan oleh bisikan nafsu atau sifat hewaniyah yaitu malas dan hanya mencari kesenangan saja. Oh... berati aku harus membersihkan hatiku dengan mengurangi dan memenjarakan sifat kehewananku dan memperbesar sifat kemalaikatan. Lalu aku teringat bahwa Hadist Nabi SAW bahwa segala sesuatu ada pembersihnya, dan pembersih hati adalah dzikrullah. Oh... berati aku harus memperbanyak dzikir ( Dlm Alqur’an :mengigat Allah baik dalam keadaan berdiri atau duduk). Lalu masalah tentang banyaknya perintah Allah SWT?, kemudian aku teringat hadist nabi SAW bahwa sahabat Ali bin Abi Tholib bertanya pada Rasulullah SAW. ”Ya Rasul tunjukkanlah padaku jalan yang singkat dan cepat menuju Allah? Kemudian Rasulullah bersabda ” Tutuplah kedua matamu dan ikuti yang aku ucapkan, kemudian Rasulullah mengucapkan ”Laa Ilaa Ha Illallah ”3x dan menyuruh Ali menirukannya. Oh... berati aku harus banyak mengucapkan kalimat ikhlas atau kalimat taqwa. Lalu bagaimana dengan keharusan menjauhi larangannya?? Alhamdulillah Allah memberi petunjuk, aku teringan hadist Nabi SAW, bahwasannya dengan mengucap kalimat ”Laa Ilaa Ha Illallah” maka kita akan masuk benteng Allah Ta’ala. Oh.... berarti memang benar apa yang di ajarkan guru-guru untuk mengistiqomahlkan berdzikir kalimat Toyyibah setelah sholah lima waktu, bertujuan untuk menjadikan kita orang-orang yang muttaqin. Sevta Andy ( 21-02-2010. 13.00)
Nasihat Taqwa

Saat khutbah jumat saya mendengar dan selalu mendengar wasiat taqwa” ittaqullah haqqotuqottih wala tamutunna ila wangtum muslimun”. Yang jadi permasalahan setiap jumat kita di nasehati supaya meningkatkan ketaqwaan dengan sebenar-benar taqwa yaitu menjauhi segala laranganNya dan menjalankan seg
ala perintah Allah Ta’ala. Dalam hatiku bertanya mengapa terasa enteng saja nasehat ini tidak menembus kedalam dada? Apakah hatiku terlalu kotor sehingga sukar menerima nasihat? Hatiku bertanya-tanya dalam hati. Kita disuruh menjalankan segala perintahnya tetapi rasanya ndak mungkin bisa, lha wong peraturan Allah banyak sekali ya. Kita ndak punya semangat yang kuat sekali, dorongan dari hati yang tulus, kita tidak punya himmah, kita sering mengerjakan perintah karena terpaksa atau setengan terpaksa atau karena ada iming-iming. Lalu bagaimana? Kemudian dengan petunjuk Allah aku teringat, sebenarnya kita selalu punya dorongan kebaikan dan sifat malaikat yang selalu ingin beribadah pada Allah, tapi bisiskan hati ini selalu terkalahkan oleh bisikan nafsu atau sifat hewaniyah yaitu malas dan hanya mencari kesenangan saja. Oh... berati aku harus membersihkan hatiku dengan mengurangi dan memenjarakan sifat kehewananku dan memperbesar sifat kemalaikatan. Lalu aku teringat bahwa Hadist Nabi SAW bahwa segala sesuatu ada pembersihnya, dan pembersih hati adalah dzikrullah. Oh... berati aku harus memperbanyak dzikir ( Dlm Alqur’an :mengigat Allah baik dalam keadaan berdiri atau duduk). Lalu masalah tentang banyaknya perintah Allah SWT?, kemudian aku teringat hadist nabi SAW bahwa sahabat Ali bin Abi Tholib bertanya pada Rasulullah SAW. ”Ya Rasul tunjukkanlah padaku jalan yang singkat dan cepat menuju Allah? Kemudian Rasulullah bersabda ” Tutuplah kedua matamu dan ikuti yang aku ucapkan, kemudian Rasulullah mengucapkan ”Laa Ilaa Ha Illallah ”3x dan menyuruh Ali menirukannya. Oh... berati aku harus banyak mengucapkan kalimat ikhlas atau kalimat taqwa. Lalu bagaimana dengan keharusan menjauhi larangannya?? Alhamdulillah Allah memberi petunjuk, aku teringan hadist Nabi SAW, bahwasannya dengan mengucap kalimat ”Laa Ilaa Ha Illallah” maka kita akan masuk benteng Allah Ta’ala. Oh.... berarti memang benar apa yang di ajarkan guru-guru untuk mengistiqomahlkan berdzikir kalimat Toyyibah setelah sholah lima waktu, bertujuan untuk menjadikan kita orang-orang yang muttaqin. Sevta Andy ( 21-02-2010. 13.00)