Kamis, 15 Oktober 2009

Ironis

Ketika kami menerima seorang pasien cidera kepala berat yang dirujuk dari jakarta, kulihat ia tak berdaya penuh dengan bantuan alat medis untuk menopang kehidupannya, terbersit dihatiku" sungguh orang ini dan keluarganya sedang berjuang untuk mendapatkan kehidupannya, semuanya dikorbankan( materi) doa dipanjatkan dg sungguh penuh harap. Tetapi detik ini juga bayak orang yg menyia-nyikan kehidupan dengan malas-malasan dan lupa pada hakikat kehidupannya diduania sebagai mahluk"alien" dari langit. Kita sering lupa bahwa dunia hanya ladang akhirat (alat) bukan sbg tujuan (hasil). Kita jg sering menyia2kan hidup kita (waktu, kesehatan,masa muda, kekayaan,kehidupan) seperti dikatakan Rasulullah Saw dalam hadistnya jaga 5 sblm datang 5.Dan Allah swt telah memperingatkan kita dalam Q.S: At takasur. Maukah kita menjadi mahluk yang rugi? Semoga kita relalu diberi semangat dan kekuatan untuk menjalani lakon didunia yaitu beribadah kepada Allah Swt.

Minggu, 11 Oktober 2009

Kata Bijak

*Dengan ilmu hidup akan menjadi mudah
*Dengan seni hidup akan menjadi Mudah
*Dengan Agama hidup akan menjadi terarah
(Budiman-min sudirman)

Senin, 14 September 2009

mengejar lebaran

Pada 10 hari terakhir bulan romadhon hampir semua orang sibuk dengan segala rencana dan belanja, kita malah sering lupa bahwa 10 hari terakhir ini adalah momen penting guna meningkatkan ibadah dan menanti datangnya malam lailatul qodar. kemaren saya bermimpi, semua oarang di waktu pagi berbondong-bondong ingin melihat matahari terbit, ada yang di tepi sawah, lapangan, dan diatas bukit, mereka ingin tahu apakan semalam adalah malam lailatul qodar? dan say termasuk didalamnya, sebalum muncul terlihat cahaya terang di ufuk timur berwarna kuning, langitpun bersih tanpa awan, perlahan matahari menampakkan dirinya dengan ketenangan dan kesejukan. semakin dipandang semakin indah dan menenangkan hati dan kita jadi teringat akan kebesaran dan keagungan Allah SWT, akupun berlari menuju rumahku untuk memberitahu keluargaku, tapi jalanan penuh dengan orang yang sedang menyaksikan peristiwa tersebut. mataharipun mulai meninggi dan disambut dengan gumpalan awan-awan putih yang indah terbias cahayanya.

Selasa, 31 Maret 2009

JABATAN

Melihat banyaknya bapak2 tua dan ibu2 tua yang antri diloket jaminan ASKES, dan aku tahu mereka orang-orang yang hebat dan menduduki jabatan penting dimasanya, ada yang kasi,kabang,kepala bahkan direktur, mereka antri seperti pasien yang lain saya berfikir....
Ternyata jabatan dunia tidak menjamin kebahagian di akhir hidup, jabatan yang dicari orang dan diidam-idamkan setiap pegawai hanya bersifat sementara, saat menjabat merekan dihormati, ditakuti, dilayani, tapi ketika sudah tiba masa pensiun? Mereka dipinggirkan dan dilupakan, bahkan banyak yang mengalami post power sindrome. Mereka kesepian dirumahnya yang megah,Anak-anak yang di sekolahkan tinggi-tinggi sudah bekerja jadi orang yang menghasilkan banyak uang dan menduduki jabatan, tapi tidak pernah kelihatan. Bahkan ketika saat kematian akan menjemputnya ia sendiri, adapula yang tidak ketahuan kematiannya apakah ini sesuatu yang membahagiakan?
Coba kita tengok orang-orang yang menduduki jabatan yang diberikan Allah, yaitu sebagai orang pelayan umat yang alim dan arif, semakin tua ilmu mereka semakin matang dan semakin bijaksana, mereka semakin banyak dicari dan nanti-nanti. Bahkan sampai kematiannya pun 'ditangisi' banyak umatnya. Setelah dikuburpun masih banyak yang bersilaturahmi padanya, namanya tak lekang dimakan zaman.
Akankan kita terobsesi jabatan dunia atau jabatan dari Allah SWT?

Rabu, 25 Maret 2009

KONTRAK POLITIK

Dengan sistem yang baru bahwa para caleg dapat memperoleh kemenangan jika mendapatkan suara terbanyak tidak seperti dulu dimana yang jadi legeslatif berdasarkan prosentase prolehan partai dan sesuai nomor urut. Hal ini menjadi kesempatan emas bagi semua kalangan untuk mendaftar jadi caleg. Karena itu pulalah sekarang para caleg bergerilya ke dalam masyarakat. Masing-masing mencoba merayu dengan berbagai cara, ada yang memberi uang, sembako, kaos, krudung, bahkan merekan menjanjikan akan memperbaiki jalan dan membiyayai ziaroh satu Rt meski ia sendiri tidak suka ziaroh. Hal-hal seperti itu menurut saya kontrak politik yang konyol dan terjadi pembodohan, krn seperti pepatah habis manis sepah dibuang, masyarakat hanya dimanfaatkan untuk mendorong mobil setelah itu kita ditinggalkan cuma dapat imbalan secuil dan sesaat tp caleg yang jadi lupa dengan yang mendorongnya Seharusnya menurut saya kontrak dengan para caleg harusnya dibuat perjanjian tertulis dan bernilai hukum"selama ia menjabat"
misalnya menyantuni anak yatim dan membiayai sekolahnya, menyantuni para janda dan fakir miskin selalu membuka pintu rumahnya bagi masyarakat, berjanji amanah, dan siap diturunkan dan digugat jk tdk menepati janji.

KONTRAK POLITIK

Dengan sistem yang baru bahwa para caleg dapat memperoleh kemenangan jika mendapatkan suara terbanyak tidak seperti dulu dimana yang jadi legeslatif berdasarkan prosentase prolehan partai dan sesuai nomor urut. Hal ini menjadi kesempatan emas bagi semua kalangan untuk mendaftar jadi caleg. Karena itu pulalah sekarang para caleg bergerilya ke dalam masyarakat. Masing-masing mencoba merayu dengan berbagai cara, ada yang memberi uang, sembako, kaos, krudung, bahkan merekan menjanjikan akan memperbaiki jalan dan membiyayai ziaroh satu Rt meski ia sendiri tidak suka ziaroh. Hal-hal seperti itu menurut saya kontrak politik yang konyol dan terjadi pembodohan, krn seperti pepatah habis manis sepah dibuang, masyarakat hanya dimanfaatkan untuk mendorong mobil setelah itu kita ditinggalkan cuma dapat imbalan secuil dan sesaat tp caleg yang jadi lupa dengan yang mendorongnya Seharusnya menurut saya kontrak dengan para caleg harusnya dibuat perjanjian tertulis dan bernilai hukum"selama ia menjabat"
misalnya menyantuni anak yatim dan membiayai sekolahnya, menyantuni para janda dan fakir miskin selalu membuka pintu rumahnya bagi masyarakat, berjanji amanah, dan siap diturunkan dan digugat jk tdk menepati janji.

Selasa, 24 Maret 2009

BERHUTANG BUDI

Saya memperhatikan sebuah pohon mangga didepan kontrakanku, udara terasa panas siang ini, aku berdiri di bawahnya dan merasakan hawa sejuk serta angin yang semilir menerpa tubuhku, damai laksana berada didesa. Pemikiran manusia memang kadang aneh bagiku. Pohon ini menjadi satu-satunya pohon yang memberikan kesejukan di lingkungan kami yang gundul penuh rumah tanpa pohon. Pohon ini sudah sering mendapat ancaman hendak di tebang. Suatu malam jam 12 malam kami mendengar suara"brakk" kami yang hendak tidur beranjak menuju ke jendela depan rumah, ternyata cabangnya yg rindang menaungi jalan dan halaman depan sudah ditebang. Kami hanya melihatnya sambil menghela nafas, kami tdr bisa berbuat apapun karena memang bukan milik kami, milik rumah tetangga yang hanya digunakan buat industri rumah tangga, jadi hanya ramai jika pagi hari. Suatu siang aku duduk didepan rumah, tetanggaku yang didepan rumahku mengeluh panas, padahan aku tahu ia yang menebang pohonnya. Ketika aku membela 'panas karena cabang pohonnya ditebang' malah ia bilang ingin menebangnya dengan dalih daunnya mengotori. Di lain hari, kejadian itu terulang, besoknya aku lihat cabang besar telah dipotong, aku kembali mengelus dada 'mengapa orang ini sangat benci dengan pohon?' padahal kita banya berutang budi padanya, kita setiap hari bernafas memerlukan oxigen, dan penghasil oxigen didunia ini adalah pohon, kita setiap hari menggunakan air tanah baik secara langsung maupun yang tidak langsung adalah berkat pohon yang mampu menampung air hujan, hawa sejuk yang gratis pun kita dapatkan dari pohon, bukankah kita berhutang budi pada pohon?. Seharusnya kita selaku mahluk Allah yang berakal mampu menggunakan akal kita untuk kemaslahatan mahluk-mahluk Allah yang lain, sudah sepantasnyalah kita berakhlak dengan memelìhara pohon dan menghormatinya. Karena mereka sama kedudukannya dengan kita yaitu mahluk, sedangkan kewajiban kita selaku mahluk adalah saling membantu dalam beribadah pada Allah. Rasulullah dawuh bahwa tumbuhan dan hewan bertasbih pada Allah. Bahkan Rasulullah mengetahui batu yang menyampaikan salam kepadanya.